Sabtu, 05 September 2009

Janganlah mengkafirkan saudaramu!!!!!

Posted by Bianda As Subani On 09.09 0 komentar


MENGKAFIRKAN SESAMA MUSLIM

Dr. Yusuf Al-Qardhawi

Pertanyaan:

Paham yang menamakan dirinya "Jamaah Attakfir," "Jamaah

Alhijrah," "fundamentalis Islam" dan sebagainya, mereka

beranggapan bahwa orang yang melakukan dosa besar dan tidak

mau berhenti dicap kafir. Sebagian lagi beranggapan bahwa

orang-orang Islam pada umumnnya tidak Muslim, salat mereka

dan ibadat lainnya tidak sah, karena murtad. Bagaimana

pendirian dan pandangan Islam terhadap mereka?

Jawab:

Hal tersebut amat berbahaya dan telah menjadi perhatian

besar bagi kaum Muslimin khususnya, karena timbulnya pikiran

yang terlampau ekstrim. Dalam hal ini, saya sudah menyiapkan

sebuah buku khusus mengenai masalah tersebut diatas. Saya

kemukakan perlunya pengkajian akan sebab-sebab timbulnya

pikiran yang ekstrim dan cara-cara menghadapinya, sehingga

dapat diatasi dengan seksama.

Pertama, tiap-tiap pikiran atau pendapat harus dilawan

dengan pikiran, pandangan dan diobati dengan keterangan

serta dalil-dalil yang kuat, sehingga dapat menghilangkan

keragu-raguan dan pandangan yang keliru itu. Jika kita

menggunakan kekerasan sebagai alat satu-satunya, maka tentu

tidak akan membawa faedah.

Kedua, mereka itu (orang-orang yang berpandangan salah)

umumnya adalah orang-orang baik, kuat agamanya dan tekun

ibadatnya, tetapi mereka dapat digoncang oleh hal-hal yang

bertentangan dengan Islam dan yang timbul pada masyarakat

Islam. Misalnya akhlak buruk, kerusakan di segala bidang,

kehancuran dan sebagainya. Mereka selalu menuntut dan

mengajak pada kebaikan, dan mereka ingin masyarakatnya

berjalan di garis yang telah ditentukan oleh Allah, walaupun

jalan atau pikirannya menyimpang pada jalan yang salah dan

sesat karena mereka tidak mengerti.

Maka, sebaiknya kita hormati niat mereka yang baik itu, lalu

kita beri penerangan yang cukup, jangan mereka digambarkan

atau dikatakan sebagai binatang yang buas atau penjahat bagi

masyarakat. Tetapi hendaknya diberi pengarahan dan bimbingan

ke jalan yang benar, karena tujuan mereka adalah baik, akan

tetapi salah jalan.

Mengenai sebab-sebab timbulnya pikiran-pikiran tersebut

adalah sebagai berikut:

1. Tersebarnya kebatilan, kemaksiatan dan kekufuran, yang

secara terang-terangan dan terbuka di tengah masyarakat

Islam tanpa ada usaha penccgahannya. Bahkan sebaliknya,

untuk meningkatkan kemungkaran dan kemaksiatan dia

menggunakan agama sebagai alat propaganda untuk menambah

kerusakan-kerusakan akhlak dan sebagainya.

2. Sikap para ulama yang amat lunak terhadap mereka yang

secara terang-terangan menjalankan praktek orang-orang kafir

dan memusuhi orang-orang Islam.

3. Ditindaknya gerakan-gerakan Islam yang sehat dan segala

dakwah yang berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Maka,

tiap-tiap perlawanan bagi suatu pikiran yang bebas, tentu

akan melahirkan suatu tindakan kearah yang menyimpang, yang

nantinya akan melahirkan adanya gerakan bawah tanah

(ilegal).

4. Kurangnya pengetahuan mereka tentang agama dan tidak

adanya pendalaman ilmu-ilmu dan hukum-hukum Islam secara

keseluruhan. Oleh karena itu, mereka hanya mengambil

sebagian dan meninggalkan sebagian yang lain, dengan paham

yang keliru dan menyesatkan.

Keikhlasan dan semangat saja tidak cukup sebagai bekal diri

sendiri, jika tidak disertai dasar yang kuat dan pemahaman

yang mendalam mengenai hukum-hukum Islam. Terutama mengenai

hukum syariat dan ilmu fiqih, maka mereka ini akan mengalami

nasib yang sama dengan para Al-Khawarij di masa lampau,

sebagaimana keterangan Al-Imam Ahmad.

Oleh karena itu, orang-orang saleh yang selalu menganjurkan

untuk menuntut ilmu dan memperkuat diri dengan pengetahuan

Islam sebelum melakukan ibadat dan perjuangan, agar teguh

pendiriannya dan tidak kehilangan arah.

Al-Hasan Al-Bashri berkata:

"Segala amalan tanpa dasar ilmu, seperti orang yang berjalan

tetapi tidak pada tempatnya berpijak (tidak pada jalannya).

Tiap-tiap amal tanpa ilmu akan menimbulkan kerusakan lebih

banyak daripada kebaikannya. Tuntutlah ilmu sehingga tidak

membawa madharat pada ibadat dan tuntutlah ibadat yang tidak

membawa madharat pada ilmu. Maka, ada segolongan kaum yang

melakukan ibadat dan meninggalkan ilmu, sehingga mereka

mengangkat pedangnya untuk melawan ummat Muhammad saw. yang

termasuk saudaranya sesama Muslim (saling berperang tanpa

adanya alasan). Jika mereka memiliki ilmu, tentu ilmu itu

tidak akan membawa ke arah perbuatan itu."


0 komentar:

Posting Komentar